Followers

Saturday, February 20, 2010

Hikmah sakit dan nikmat sihat

Hari ni dah masuk hari ketiga, selesema dan batuk masih masih belum redha. Tekak terasa perit. Memang sangat tidak selesa. Badan pun rasa sekejap panas, sekejap sejuk. Mungkin juga disebabkan cuaca, wallahu a'lam. Mudah-mudahan sakit ini dinilai sebagai kifarah dosa di sisi-Nya.

Masih ada tugasan yang perlu disiapkan. Saya memilih untuk berada di masjid. Library memang selesa, tapi suhunya tidak sesuai dengan kondisi badan saya sekarang.  Semalam pun ada discussion di masjid, sampai pukul 3 je, tapi lepas asar baru pergi makan. Jumpa adah & k.imah, kami makan sama-sama. Tangan saya dah menggigil masa tu. Huhu...

Bila dah sakit, baru kita sedar betapa "mahal"nya nilai sebuah kesihatan. Bukan tidak menghargai, tapi akan lebih mensyukuri. Dan banyak lagi nikmat-nikmat lain yang perlu disyukuri. Dapat bernafas dengan baik ni pun satu nikmat yang sangat besar sebenarnya. Mungkin dengan musibah yang menimpa, Allah nak tegur kita. 

Saya pujuk diri, "Sabar ye, jie..sakit sikit je ni, Allah nak uji, tanda Dia sayang." =)

Pendapat Ibnu Qayyim,
"Kalau manusia itu tidak pernah mendapat cubaan dengan sakit dan pedih, maka ia akan menjadi manusia ujub dan takabur. Hatinya menjadi kasar dan jiwanya beku. Kerananya, musibah dalam bentuk apapun adalah rahmat Allah yang disiramkan kepadanya. Akan membersihkan karatan jiwanya dan menyucikan ibadahnya. Itulah ubat dan penawar kehidupan yang diberikan Allah untuk setiap orang beriman. Ketika ia menjadi bersih dan suci kerana penyakitnya, maka martabatnya diangkat dan jiwanya dimuliakan. Pahalanya pun berlimpah-limpah apabila penyakit yang menimpa dirinya diterimanya dengan sabar dan redha."

Hikmah-hikmah di sebalik sakit : (sumber)
  •   Diampuni dosa dan kesalahan
"Setiap musibah yang menimpa mukmin, baik berupa wabah, rasa lelah, penyakit, rasa sedih, sampai kekalutan hati, pasti Allah menjadikannya pengampun dosa-dosanya." (HR. Bukhari-Muslim)

"Tidaklah seorang Muslim ditimpa gangguan berupa penyakit dan lain-linnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya." (Bukhari-Muslim)

  •   Ditinggikan Darjatnya
“Tidaklah seorang mukmin tertusuk duri atau yang lebih kecil dari duri, melainkan ditetapkan baginya satu derajat dan dihapuskan darinya satu kesalahan.” (HR Muslim)

Dari Aisyah, dia berkata: "Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihiwa Sallam bersabda:
"Tidaklah seorang Mukmin itu tertimpa penyakit encok sedikit pun, melainkan Allah menghapus darinya satu kesalahan, ditetapkan baginya satu kebaikan dan ditinggalkan baginya satu derajat."
(Ditakrij Ath-Thabrani dan Al-Hakim. Isnadnya Jayyid)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'Anhu, dia berkata Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

"Sesungguhnya seseorang benar-benar memiliki kedudukan di sisi Allah, namun tidak ada satu amal yang bisa menghantarkannya ke sana. Maka Allah sentiasa mencubanya dengan sesuatu yang tidak disukainya, sehingga dia bisa sampai ke kedudukan itu."
(Ditakhrij Abu Ya'la, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim; Menurut Syaikh Al-Albany: hadits hasan)




No comments: