Followers

Thursday, March 27, 2008

Perkenanlah aku mencintai-Mu semampuku



Perkenanlah aku mencintai-Mu semampuku Tuhanku,Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMuLembar demi lembar kitab kupelajariUntai demi untai kata para ustadz kuresapiTentang cinta para nabiTentang kasih para sahabatTentang mahabbah para sufiTentang kerinduan para syuhadaLalu kutanam di jiwa dalam-dalamKutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awanTapi Rabbii,Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlaluAku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapiAku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMuAku makin merasakan gelisahku membadaiDalam cita yang mengawangSedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumiHingga aku terhempas dalam jurangDan kegelapanWahai Ilahi,Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlaluAku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwakukembaliMenatap, memohon dan menghibaMu:Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii,Perkenankanlah aku mencintaiMu,SemampukuAllahu Rahmaan, Ilaahi RabiiPerkenankanlah aku mencintaiMuSebisakuDengan segala kelemahankuIlaahi,Aku tak sanggup mencintaiMuDengan kesabaran menanggung deritaUmpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al musthafaKarena itu izinkan aku mencintaiMuMelalui keluh kesah pengaduanku padaMuAtas derita batin dan jasadkuAtas sakit dan ketakutankuRabbii,Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang menyedekahkan seluruhhartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga.Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad. Atau Utsmanyang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu. Izinkan akumencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangankecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan dipojok-pojok jembatan. Pada makananmakanan sederhana yang terkirim ke handaitaulan.Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorangshahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya.Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalamshalat yang coba kudirikan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang keberbagai permasalahan dunia.Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikanseluruh malamnya untuk bercinta denganMu. Maka izinkanlah aku untukmencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu.Dalam desah napas kepasrahan tidurku.Yaa, Maha Rahmaan,Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yangmenuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah akumencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunanseayat dua ayat hafalanku.Yaa RahiimAku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demitegaknya DienMu. Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnyabagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikitbakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengansedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahimyang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda bijimatanya. Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya. Izinkan akumencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku,dengan mencintai manusia dan alam semesta.Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi RabbiiPerkenankanlah aku mencintaiMu semampuku. Agar cinta itu mengalun dalamjiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku...

No comments: